LINTAS SEJARAH TOYOTA LAND CRUISER (BJ40 - FJ40)


Berbicara mengenai mobil Toyota Land Cruiser tentunya tidak luput dari FJ40 yang merupakan akar pokok pengembangan kendaraan dengan sistem penggerak 4 roda. Hingga saat ini telah banyak diproduksi mobil dengan sistem double gardan yang memiliki fungsi yang sangat bervariasi. Mulai dari untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mendukung profesi tertentu, perang, hiburan, penelitian dan lain sebagainya. Mengenai bentuk dan spesifikasi juga sangat beragam disesuaikan dengan kebutuhan dari penggunanya. Mulai dari bentuk asli dari pabrikan hingga pada modifikasi khusus.

Namun bila kita dilihat dalam perkembangannya hingga saat ini keberadaan mobil BJ40/FJ40 masih tetap eksis meski telah banyak tipe jenis mobil baru yang beredar di jalanan. Perhatikan saja dari segi model/style, fungsi/utilty, spesifikasi, kemampuan masih tidak kalah dengan produk mobil keluaran terbaru. Bahkan bengkel-bengkel khusus perawatan maupun modifikasinya juga tetap bisa bertahan dan laris di pasaran. Tidak sedikit mobil jenis FJ40/BJ40 yang telah direnovasi kembali, modifikasi ulang, bahkan tidak menutup kemungkinan masih ada yang masih mempertahankan kondisinya seperti semula. Hal ini membuktikan bahwa mobil type mobil ini tangguh dan dapat menembus segala zaman.

BJ40/FJ40 terkenal sangat tangguh karena seluruh body mobil ini terbuat dari bahan baja yang solid dan dipasangkan dengan chasis baja yang sangat kokoh menggunakan penggerak 4 roda (4 wheel drive) yang mampu membawanya ke berbagai medan yang sangat sulit sekalipun. Pengemudi dan penumpang juga tetap diberi rasa aman selama dalam perjalanan berkat tersedianya ruang kabin dan ruang kemudi yang cukup. Termasuk juga tersedia tempat untuk bagasi untuk barang atau penumpang. Bahkan ada tempat untuk memasang tempat bagasi di atas bila dipasangi roll bar atau rak bagasi maupun untuk menarik trolley di belakang. Untuk menambah kemampuannya dapat ditambahkan beberapa peralatan lain berupa winch yang dapat dipasang di depan maupun belakang mobil. Banyak asesoris yang dapat dipasang dan tetap meningkatkan penampilan kendaraan ini.

Pada awalnya, tahun 1951 dilakukan uji ketangguhan dengan melakukan pendakian ke puncak Gunung Fuji di Jepang yang memiliki ketingian 12.388 meter. Mobil BJ dikemudikan oleh Ichiro Taira melalui pos-pos(checkpoint) yang telah ditentukan. Keberhasilan ini membuat pengamat dari kepolisian Jepang sangat menyukai apa yang mereka saksikan dan langsung melakukan pemesanan. Hal ini diikuti oleh pemerintah dan lembaga kehutanan yang membuat produsen membangun 1.300 unit. Pada tahap awal ini juga telah dilakukan ekspor ke negara lain diantaranya Brazil dan Arab Saudi. Di tahun 1955 Seri B diganti menjadi seri F termasuk menambah beberapa model diantaranya Hardtop standar, pick up, station wagon, kanfas, dengan chasis yang pendek maupun panjang. Sasaran Ekspor pun bertambah ke Venezuela, Malaysia, Kuwait, Jordania, Dubai dan Australia serta Amerika di tahun 1958 yang hanya laku terjual 1 unit saja di tahun pertama.

Perkembangan pembuatan mobil ini telah melalui berbagai perubahan dalam performa mesin sementara dalam penampilan tidak banyak yang berubah selain penambahan beberapa asesoris pelengkap keamanan.

Tahun           Kapasitas        Power                                         Torsi

·       Petrol / Bensin 
1960 – 1975      3.8 L         105/125 HP        189 lb ft (256 N.m) / 209 lb ft (283 N.m)
1975 – 1984      4.2 L         135 HP               210 lb.ft (285 N.m)

·       Diesel   :
1974 – 1979      3.0 L         85 HP             141 lb.ft (191 N.m)
1979 – 1981      3.2 L         93 HP             159 lb.ft (216 N.m)
1979 – 1984      3.4 L         98 HP             167 lb.ft (226 N.m)
1972 – 1980      3.6 L         90 HP             151 lb.ft (205 N.m)
1980 – 1984      4.0 L         115 HP           177 lb.ft (240 N.m)

0 Responses

Berita Terkini