HADIAH DI AKHIR TAHUN


Kamis pagi jam 05.30 WIB seperti biasa aku bangun pagi. Diikuti istriku tercinta yang disertai rasa sakit (mules) secara teratur. Yang merupakan pertanda bahwa jabang bayi yang ada di rahimnya sudah waktunya untuk lahir.

Meskipun demikian ke kantor tetap saja kujalani, melaksanakan kewajiban yaitu apel pagi. Jam 7.30 istriku mengabari bahwa sakitnya sudah sangat teratur datangnya, ini merupakan tanda buatku untuk segera membawanya ke Rumah sakit untuk persalinan. Kira-kira jam 9.00 kami tiba di Rumah Sakit dan segera ditangani. Dokter pun juga turut terlibat langsung. Sehingga persalinan dapat diselesaikan pada jam 11.30. Si kecil lahir pada jam 11.05. Sungguh Tuhan menurunkan berkatNya.

Tahun 2009 memang tahun yang sangat penuh dengan tantangan dan ujian... diawali dengan sekolah selama 6 bulan, kembali lagi ke Sabang, Mutasi dari Sabang ke Medan, masuk rumah kompleks, suasana kerja baru... semuanya itu dijalani dengan penuh tantangan... tapi lebih takjubnya... akhir tahun 2009 ternyata keluarga kami kehadiran bayi mungil yang telah lama kami tunggu-tunggu.
Baca Selengkapnya...

RUTE PULANG KANTORKU...

Saya udah hampir sebulan di tempat baru. Tapi kenangan dinas di tempat lama masih lekat di benakku...
Salah satunya bagian dari rutinitas itu adalah pulang kerja dari kantor menuju rumah. Hehehe... Never forget. kenapa... karena kalau dihitung-hitung selama 3 tahun bertugas di Sabang saya udah lebih dari duaribu kali lewat di jalan yang sama. Coba aja dihitung 365 x 3 x 2 = 2190. kita anggap hari liburnya 2 bulan aja. karena selama di sana saya hanya 4 kali dinas luar dan 1 kali dinas sekolah. hehehe... makanya susah dilupain.



Baca Selengkapnya...

RENOVASI MOBIL KIJANG DINAS (Part II / HABIS)



Renovasi kijang yang telah dilaksanakan akhirnya dapat diselesaikan untuk pengecatannya.Hasilnya... sangat menakjubkan. Peremajaan terhadap penampilan kijang ini memang tidak sia-sia dilaksanakan. Dan hal ini membuktikan kemampuan personel yang mengerjakannya patut diacungi jempol.

Namun namanya mobil tua, kalau sudah selesai diperbaiki satu bagian akan ada bagian lain yang rusak juga. Hal ini menunjukkan kurangnya pemeliharaan terhadap kendaraan ini dari sejak pertama sekali dipakai untuk mendukung operasional dan dinas.

Apa mau dikata. Pada saat pengecatan ‘velg’, sebelumnya diadakan pendongkrakan pada bagian depan untuk melepas roda depan. Ditemukanlah adanya kelonggaran pada ball joint as roda kiri depan. Sehingga setelah selesai pengecatan, diadakan lagi perbaikan untuk roda depannya.
Baca Selengkapnya...

Pesawat Latih AS-202 Bravo Jatuh di Sragen



(tampak gambar pesawat yang sedang persiapan terbang dan setelah terjatuh hingga hancur berkeping-keping)



Pesawat Latih Jatuh di Sawah, Pilot Tewas
Sebelumnya, Pesawat Terbang Rendah dan Berputar-putar

Jumat, 18 September 2009 | 04:43 WIB

Sragen, Kompas - Pesawat latih dasar jenis AS 202 Bravo jatuh di atas lahan sawah kering yang tidak ditanami di Dusun Gulan, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Kamis (17/9). Dalam peristiwa ini, Letnan Dua Elektronika (Lek) Felix Don Paschual yang mengemudikan pesawat tersebut tewas di tempat.

Felix, perwira muda lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2008, terakhir tercatat sebagai siswa Sekolah Penerbang Skuadron Pendidikan 101 Wing Pendidikan Terbang Pangkalan Udara (Lanud) Adisucipto Yogyakarta.

Menurut Komandan Skuadron Pendidikan 101 Wing Pendidikan Terbang Lanud Adisucipto Yogyakarta Letkol (Pnb) Dadan Gunawan, kemarin pagi, sebelum kecelakaan, Felix mengikuti cek terbang solo dan dinyatakan lulus. ”Felix sudah mengantongi 50 jam pengalaman terbang sehingga berhak untuk terbang solo,” demikian penjelasan Dadan tentang anak didiknya itu.

Felix, lanjutnya, terbang solo dari Lanud Adisumarmo Surakarta menuju area latihan di area zero four—sekitar 10 mil dari Lanud Adisumarmo.

”Dia berangkat pukul 10.10 WIB dan pada pukul 10.39 melapor ke pangkalan bahwa penerbangannya normal,” papar Dadan.

Seharusnya, kata Dadan lagi, setelah satu jam keberangkatan itu, Felix melapor lagi ke Lanud Adisumarmo. ”Pukul 11.00, (akhirnya) kami memanggil- manggilnya untuk pulang, tetapi tak ada jawaban. Setelah kami cari, diketahui pesawatnya jatuh,” kata Dadan.

Belum diketahui

Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki. Tim investigasi dari Jakarta akan menyelidiki kecelakaan itu.

Setelah ditemukan di Dusun Gulan, jenazah Felix langsung dibawa ke Rumah Sakit Lanud Adisumarmo dengan ambulans. Namun, bangkai pesawat yang hancur berkeping-keping, hingga pukul 15.00 masih berada di lokasi kecelakaan dan belum dievakuasi.

Ratusan warga datang berduyun-duyun ke lokasi kejadian di tengah areal persawahan kering itu. Mereka ingin menyaksikan langsung kondisi pesawat naas tersebut

Ginah (25), warga Dusun Gulan, menceritakan, sebelum kecelakaan itu, sebuah pesawat terbang sangat rendah di atas rumahnya yang berjarak satu kilometer dari lokasi kecelakaan. ”Anak saya sampai ke luar rumah, berteriak (senang), ’Pesawat, pesawat’,” tutur Ginah sambil menggendong anak yang dia maksud.

Pesawat itu, lanjutnya, lantas berputar-putar. ”Tetapi, saya tak melihat peristiwa jatuhnya pesawat karena terhalang pepohonan yang membatasi perkampungan ini dengan areal persawahan,” katanya.

Menurut Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Adisumarmo Kapten Sri Widodo, dalam latihan kemarin, Felix tengah melakukan tahapan aerobatik yang memiliki risiko lebih tinggi dibanding latihan sebelumnya.
(Kompas, Sabtu 19/09/09)
Baca Selengkapnya...

BERHIKMATLAH DALAM BERTINDAK

Berhikmatlah dalam bertindak
Bagikan
Hari ini jam 6:12
Amsal 22:22-23

Pada umumnya kita memahami tindakan sebagai sesuatu yang bersifat spontan, padahal sebenarnya ada mekanisme berpikir di balik lahirnya sebuah tindakan. Dari judul renungan pagi ini jelas terlihat betapa pentingnya mekanisme berpikir dalam kerangka kebijaksanaan. Mekanisme berpikir yang bijaksana akan memampukan seseorang bertindak secara bijaksana pula. Dengan demikian, tindakan bijaksana hanya akan lahir dari berpikir bijak atau dalam istilah kitab Amsal adalah berhikmat.

Hikmat menjadi sesuatu yang bersifat superior dalam kitab Amsal. Ia menjadi begitu superiornya hanya apabila didasari oleh takut akan Tuhan (1:7). Ketika kita memahami istilah hikmat atau bijaksana dalam kitab Amsal, maka kita harus memikirkannya dalam konteks takut akan Tuhan, sehingga hikmat atau bijaksana bukanlah hanya terbatas pada kepintaran, kecakapan, atau skill seseorang.

Sejarah telah mengakui betapa berhikmatnya Salomo, bukan hanya karena ialah yang menulis kitab Amsal ini melainkan juga karena sikapnya yang takut akan Tuhan. Memang ada bagian dalam hidupnya yang jatuh dalam penyembahan berhala bersama dengan para istri-istri dan gundik-gundiknya, namun ia toh tetap kembali kepada Tuhan sebagai bagian dari kesadaran takut akan Tuhan. Hal itu Nampak dalam keseluruhan semangat (spirit) dari kitab Amsal.

Bagian renungan pagi ini merupakan salah satu bagian dari hikmat-hikmat tersebut. Isu penting yang coba dilihat dalam bagian ini adalah rupanya ada beberapa orang yang dengan sengaja dan sadar telah bertindak semena-mena terhadap mereka yang lemah, baik secara politis maupun secara hak-hak warga Negara. Dasar pemikiran orang-orang tersebut bahwa Tuhan hanya berkuasa untuk hal-hal yang bersifat spiritual, sedangkan hal-hal yang bersifat politis dan hak-hak warga Negara sudah bagian milik dari para penguasa atau mereka yang merasa punya kuasa atas orang-orang lemah tersebut.

Bertindak secara bijaksana dalam hikmat Salomo dapat dirumuskan secara sederhana sebagai berikut: pertama, janganlah memandang atau menilai seseorang berdasarkan statusnya. Apabila seseorang itu miskin, maka janganlah serta merta kemiskinannya itu dijadikan sebagai alasan untuk dipermainkan atau diperolok-olokan harga dirinya. Dalam hikmatnya, Salomo melihat bahwa ini merupakan tindakan yang sungguh-sungguh tidak bijaksana. Dengan melanggar hak-hak orang miskin hanya karena statusnya, justru menempatkan orang miskin tadi pada derajad yang mulia karena Tuhan berkenan untuk campur tangan dalam perkaranya.

Kedua, jangan memutarbalikan kebenaran dan keadilan. Pengadilan dalam konteks Israel di zaman Perjanjian Lama tidak dilaksanakan di dalam sebuah gedung pengadilan seperti sekarang ini, namun dilaksanakan di depan pintu gerbang kota. Apabila ada perkara yang hendak diputuskan, maka tua-tua kota akan dihadirkan menjadi saksi di gerbang kota untuk memberikan penilaian atau keputusan. Bandingkan dengan kisah perkara antara Boas dan saudaranya dalam memperebutkan hak waris atas milik Naomi.

Pengadilan adalah lembaga tertinggi dalam memutuskan kebenaran dan keadilan, hanya saja dalam konteks ini ternyata pengadilan telah menjadi lembaga yang korup yang memperkosa hak-hak orang-orang lemah.
Dalam hikmatnya, Salomo melihat bahwa pelanggaran terhadap dua kebijakan tadi merupakan tindakan yang sangat-sangat tidak bijaksana. Bukan hanya karena melanggar hak-hak oran-orang miskin dan lemah, tetapi terlebih merupakan sebuah pengingkaran terhadap kedaulatan Allah, sekaligus sebagai perwujudan tidak adanya lagi rasa takut akan Tuhan. Jelas apabila ini dikaitkan dengan takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, maka orang-orang yang merampas hak orang miskin dan lemah adalah perwujudan tindakan tanpa pengetahuan atau tidak bijaksana.

Lebih dari pada itu, Allah adalah pribadi yang adil dan benar. Ia memegang teguh kebenaran dan keadilan sebagai bagian dari hakekat-Nya. Sifat-Nya ini nyata jelas dalam tindakan-Nya yang melindungi dan menjamin hak-hak orang lemah dan miskin. Bukan hanya adil dan benar, namun Allah juga akan dengan bersegera membalaskan hak-hak orang-orang yang tertindas tadi dengan menyatakan hukum-Nya yang adil dan benar.

Perenungan ini menjadi refleksi khusus bagi kita ditengah-tengah hidup berbangsa dan bernegara. Sebagai warga gereja, maka perwujudan ketaatan kita kepada Tuhan seharusnya sebanding atau sama dengan pelaksanaan hidup dalam keadilan dan kebenaran dalam konteks berbangsa dan bernegara. Artinya pada satu sisi kita mengakui bahwa Allah adalah absolud dalam hukum-hukum-Nya, sungguh terbukti superioritas dari keadilan dan kebenaran-Nya, sehingga kita hidup dalam kebergantungan mutlak atas jaminan tersebut. Ini membuat kita mampu untuk hidup dalam realita perjuangan hidup yang semakin berat; namun, dipihak lain kita juga dituntut untuk menunjukan dan memelihara nilai-nilai kristiani dalam hidup kita yaitu dengan tidak memandang atau menilai seseorang berdasarkan statusnya serta tidak memutarbalikan kebenaran dan keadilan. Tuhan kiranya menolong kita untuk menjadi warga gereja sekaligus warga Negara yang baik, dan mewujudkan rumusan-rumusan nilai kristiani dalam hidup setiap hati, Amin.

Catatan Alkitab kegemaranku: Berhikmatlah dalam bertindak
facebook 18/09/09
Baca Selengkapnya...

"DALIHAN NATOLU" SEBAGAI FALSAFAH HIDUP BATAK



DALIHAN NA TOLU, TOLU SAHUNDULAN
(The Philosophy of Life)
Sistem kekerabatan orang Batak menempatkan posisi seseorang secara pasti sejak dilahirkan hingga meninggal dalam 3 posisi yang disebut DALIHAN NA TOLU (bahasa Toba) atau TOLU SAHUNDULAN (bahasa Simalungun).
Dalihan dapat diterjemahkan sebagai “tungku” dan “sahundulan” sebagai “posisi duduk”.
Keduanya mengandung arti yang sama, 3 POSISI PENTING dalam kekerabatan orang Batak, yaitu:
1. HULA HULA atau TONDONG, yaitu kelompok orang orang yang posisinya “di atas”, yaitu keluarga marga pihak istri sehingga disebut SOMBA SOMBA MARHULA HULA yang berarti harus hormat kepada keluarga pihak istri agar memperoleh keselamatan dan kesejahteraan.
2. DONGAN TUBU atau SANINA, yaitu kelompok orang-orang yang posisinya “sejajar”, yaitu: teman/saudara semarga sehingga disebut MANAT MARDONGAN TUBU, artinya menjaga persaudaraan agar terhindar dari perseteruan.
3. BORU, yaitu kelompok orang orang yang posisinya “di bawah”, yaitu saudara perempuan kita dan pihak marga suaminya, keluarga perempuan pihak ayah. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari disebut ELEK MARBORU artinya agar selalu saling mengasihi supaya mendapat berkat.
Dalihan Na Tolu bukanlah kasta karena setiap orang Batak memiliki ketiga posisi tersebut: ada saatnya menjadi Hula hula/Tondong, ada saatnya menempati posisi Dongan Tubu/Sanina dan ada saatnya menjadi BORU.
Dengan dalihan Na Tolu, adat Batak tidak memandang posisi seseorang berdasarkan pangkat, harta atau status seseorang.
Dalam sebuah acara adat, seorang Gubernur harus siap bekerja mencuci piring atau memasak untuk melayani keluarga pihak istri yang kebetulan seorang Camat.
Itulah realitas kehidupan orang Batak yang sesungguhnya.Lebih tepat dikatakan bahwa Dalihan Na Tolu merupakan SISTEM DEMOKRASI Orang Batak karena sesungguhnya mengandung nilai nilai yang universal.
Baca Selengkapnya...

MARGA dan TAROMBO




MARGA DAN TAROMBO

MARGA bagi suku bangsa Batak adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah (patrilineal).
Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang ayah merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki-laki yang meneruskan marganya.
Sesama satu marga dilarang saling mengawini, dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu.
Menurut buku “Leluhur Marga Marga Batak”, jumlah seluruh Marga Batak sebanyak 416, termasuk marga suku Nias.


TAROMBO adalah silsilah, asal-usul menurut garis keturunan ayah.
Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga.
Bila orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya Marga dan Tarombo.
Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui apakah mereka saling “mardongan sabutuha” (semarga) dengan panggilan “ampara” atau “marhula-hula” dengan panggilan “lae/tulang”.
Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah ia harus memanggil “Namboru” (adik perempuan ayah/bibi), “Amangboru/Makela”,(suami dari adik ayah/Om), “Bapatua/Amanganggi/Amanguda” (abang/adik ayah), “Ito/boto” (kakak/adik), PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang dapat kita jadikan istri, dst.
Baca Selengkapnya...

SEJARAH SUKU/BANGSA BATAK






SEJARAH BATAK
Pepatah batak mengatakan "MOLO LITOK AEK TU JULU DO LULUAN" artinya Jika Air Keruh Penyebabnya dicari ke Hulu". Seiring dengan pesatnya perkembangan kebudayaan dan teknologi, manusia dihadapkan dengan permasalahan yang semakin kompleks dalam setiap bidang kehidupan. Kendala negara kita dalam pembangunan ini juga diyakini berakar dari hilangnya nilai-nilai dasar budaya dan adat istiadat yang ada dari setiap warga negara kita.

Versi sejarah mengatakan Si Raja Batak dan rombongannya datang dari Thailand, terus ke Semenanjung Malaysia lalu menyeberang ke Sumatera dan menghuni Sianjur Mula Mula, lebih kurang 8 km arah Barat Pangururan, pinggiran Danau Toba sekarang. Versi lain mengatakan, dari India melalui Barus atau dari Alas Gayo berkelana ke Selatan hingga bermukim di pinggir Danau Toba.
Diperkirakan Si Raja Batak hidup sekitar tahun 1200 (awal abad ke-13). Raja Sisingamangaraja XII salah satu keturunan Si Raja Batak yang merupakan generasi ke-19 (wafat 1907), maka anaknya bernama Si Raja Buntal adalah generasi ke-20.
Batu bertulis (prasasti) di Portibi bertahun 1208 yang dibaca Prof. Nilakantisasri (Guru Besar Purbakala dari Madras, India) menjelaskan bahwa pada tahun 1024 kerajaan COLA dari India menyerang SRIWIJAYA yang menyebabkan bermukimnya 1.500 orang TAMIL di Barus.
Pada tahun 1275 MOJOPAHIT menyerang Sriwijaya, hingga menguasai daerah Pane, Haru, Padang Lawas. Sekitar rahun 1.400 kerajaan NAKUR berkuasa di sebelah Timur Danau Toba, Tanah Karo dan sebagian Aceh.
Dengan memperhatikan tahun tahun dan kejadian di atas diperkirakan:
1. Si Raja Batak adalah seorang aktivis kerajaan dari Timur Danau Toba (Simalungun sekarang), dari Selatan Danau Toba (Portibi) atau dari Barat Danau Toba (Barus) yang mengungsi ke pedalaman, akibat terjadi konflik dengan orang-orang Tamil di Barus. •Akibat serangan Mojopahit ke Sriwijaya, Si Raja Batak yang ketika itu pejabat Sriwijaya yang ditempatkan di Portibi, Padang Lawas dan sebelah Timur Danau Toba (Simalungun).
2. Sebutan Raja kepada Si Raja Batak diberikan oleh keturunannya karena penghormatan, bukan karena rakyat menghamba kepadanya.
Demikian halnya keturunan Si Raja Batak seperti Si Raja Lontung, Si Raja Borbor, Si Raja Oloan, dsb. Meskipun tidak memiliki wilayah kerajaan dan rakyat yang diperintah.
Selanjutnya menurut buku TAROMBO BORBOR MARSADA anak Si Raja Batak ada 3 (tiga) orang yaitu : GURU TETEABULAN, RAJA ISUMBAON dan TOGA LAUT. Dari ketiga orang inilah dipercaya terbentuknya Marga-marga Batak.
SIAPAKAH ORANG BATAK ?
Orang Batak terdiri dari 5 sub etnis yang secara geografis dibagi sebagai berikut :
1. Batak Toba (Tapanuli), mendiami Kabupaten Toba Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah mengunakan Bahasa Batak Toba.
2. Batak Simalungun, mendiami Kabupaten Simalungun dan menggunakan Bahasa Batak Simalungun.
3. Batak Karo, mendiami Kabupaten Karo dan menggunakan Bahasa Batak Karo.
4. Batak Mandailing, mendiami Kabupaten Tapanuli Selatan dan menggunakan Bahasa Batak Mandailing.
5. Batak Pakpak, mendiami Kabupaten Dairi dan menggunakan Bahasa Pakpak.
Suku Nias yang mendiami Kabupaten Nias (Pulau Nias) mengatakan bahwa mereka bukanlah orang Batak karena nenek moyang mereka bukan berasal dari Tanah Batak. Namun demikian, mereka juga mempunyai marga-marga seperti halnya orang Batak.
Baca Selengkapnya...

PETAKA DI PEARL HARBOUR





Sekali melangkah untuk menyerang pantang bagi Jepang untuk mundur lagi. Siapa yang menyangka negara kepulauan yang tidak terlalu luas dibanding dengan negara-negara besar lainnya di dunia itu, mampu mengalahkan negara super power seperti Amerika. Dan selanjutnya memperluas kekuasaannya di wilayah Asia Tenggara untuk mewujudkan Jepang sebagai Penguasa Asia Timur Raya.

Pada tanggal 23 November 1941 Wakil Laksamana Chuici Nagumo Jepang memerintahkan 6 kapal induk AL Jepang berangkat menuju Teluk Hittokappu di Kepulauan Kuril dan Pearl Harbour tanpa melakukan hubungan radio apapun. Armada Jepang itu terdiri dari : enam kapal induk, dua kapal tempur, tiga kapal penjelajah dan 12 kapal perusak. Mereka bergerak menuju samudera Pasifik.

Armada Jepang ini melewati Lautan Pasifik yang sepi untuk menghindari lalu lintas kapal dagang. Anehnya, Komando Pusat Operasi AL AS Laksamana Harold R.Stark mengirim sebuah peringatan perang kepada Panglima Armada Pasifik Laksamana Husband E. Kimmel bahwa armada Jepang terlihat meluncur bersama tiga kapal selam meninggalkan kepulauan Kuril namun kurang ditanggapi dengan serius karena jalur ini sering digunakan untuk area latihan perang.

Pada pagi buta di hari Minggu tanggal 7 Desember 1941, armada Jepang sudah berada 200 mil sebelah utara pulau Oahu dan 300 mil dari Kepulauan Hawaii tanpa ada yang mengetahui. Untuk meyakinkan situasi di Pearl Harbour, kapal penjelajah berat Tone dan Chikuma meluncurkan pesawat pengintai Aichi E13A1. Pesawat dari kapal Tone terbang menyusuri Lahaina, Maui, namun tidak apa-apa di sana. Sementara pesawat dari kapal Chikuma yang terbang melintas di atas Pearl Harbour pukul 05.30 menemukan kapal-kapal AS yang berjajar santai, tanpa kapal induk.
Setelah itu ratusan pesawat pembom, pelontar torpedo dan pesawat tempur Jepang tinggal landas dari kapal-kapal induk Akagi, Hiryu, Kaga, Shokaku, Soryu, dan Zuikaku dengan 441 pesawat. Pesawat terbang menyerang dalam dua gelombang, dan Laksamana Madya Chuici Nagumo memutuskan untuk membatalkan serangan ketiga untuk mundur.

Tepat pukul 06.00 tanggal 7 Desember 1941, 200 mil dari Pearl Harbour, kapal-kapal induk Jepang mulai meluncurkan 189 pesawat sebagai bagian dari serangan gelombang pertama. Komando dipegang oleh Letnan Kolonel Mitsuo Fuchida yang juga terbang dalam salah satu dari 40 pesawat pembom Nakajima B5N1 “Kates” di posisi terdepan. Diikuti kemudian oleh 50 pesawat pembom Nakajima B5N1 “Kates” yang dipersenjatai torpedo dan dipimpin oleh Letnan Kolonel Murata. Pesawat lainnya adalah pembom 54 Aichi D3A1 tipe 99 “Val” yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Takahashi, serta 45 pesawat tempur Mitsubishi A6M2 tipe O yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Itaya.

Sebelum pukul 06.18 semua pesawat telah tinggal landas dari kapal induk dan meluncur menuju Pearl Harbour. Sekitar 353 pesawat tempur siap menghancurkan Pearl Harbour. Pada pukul 07.55 pagi, pesawat-pesawat terbang gelombang pertama bergemuruh di atas Pangkalan Angkatan Laut AS Pearl Harbour. Pagi itu para tentara AS sama sekali tidak siap. Banyak petugas yang tidak berada di posnya. Mereka tidak mengira akan muncul serangan dari tentara Jepang pada hari Minggu yang mereka anggap sebagai hari libur/santai. Akibatnya, pangkalan militer itu hancur dan terbakar. Asap hitam mengepul dimana-mana.

Sementara itu, Antares (AKS3) yang sedang menarik kapal pengangkut baja di jalur masuk Pearl Harbour, menangkap objek mencurigakan melalui layar radarnya pada jarak 1.350 m dari pantai. Objek itu terlihat sebagai kapal selam, namun tidak seorang pun yang bisa memastikan. Objek mencurigakan itu ditemukan di wilayah terlarang sehingga Antares menugaskan kapal perusak tua Ward (DD-139) yang dikomandani oleh Letnan William W.Outerbridge untuk mendekatinya.

Tembakan AS pertama yang dilepaskan dalam PD II dan korban pertama serangan Pearl Harbour sebenarnya terjadi ketika USS Ward menyerang dan menenggelamkan kapal selam kerdil Jepang. Ada lima kapal selam kerdil kelas Ko-hyoteki yang bermaksud mentorpedo kapal AS saat pengeboman dimulai. Tidak satupun kapal selam itu yang berhasil kembali dan hanya empat dari lima yang berhasil ditemukan. Dari sembilan puluh kelasi kapal selam, sembilan mati dan hanya seorang yang selamat yaitu Sakamaki Kazuo yang kemudian tertangkap. Dan menjadi tahanan perang pertama yang ditangkap oleh pihak AS dalam perang dunia II.

Perwira dek Kapal Ward, Letnan Oscar Gopner, segera memberitahu Chief of Naval Operations Laksmana William D. Leahy setelah mendapat berita dari Antares. Setelah mendapat berita itu, William memastikan objek yang dimaksud adalah kapal selam Jepang dan selanjutnya memerintahkan seluruh kru untuk bersiaga dalam posisi tempur.

Sementara Ward berputar haluan dan meluncur ke arah objek, seluruh kru segera menempati seluruh pos masing-masing. Ward terus mendekati objek. Satu dari empat senapan mesin kaliber 4 inci menyalak,diikuti tiga senapan mesin lainnya. Peluru tepat menghantam menara kapal selam. Karena diserang kapal selam mulai bergerak turun dan melarikan diri.

Sesaat setelah pertempuran, kira-kira pukul 06.45, William mengirim berita ke Pearl Harbour dengan sangat spesifik. Sayangnya berita itu tidak dikirim dalam bahasa percakapan melainkan dengan kode. Baru pada pukul 07.20 perwira piket distrik ke 114 AL Pearl Harbour, Liutenant Commander Harold Kaminski, menerima terjemahan kode berita itu. Sementara kode berita dari Ward sedang dalam perjalanan, layar radar di Opana Point menangkap gelombang pesawat sedang menuju Pearl Harbour. Namun para kru mendapat perintah agar mereka tidak perlu terlalu kawatir dengan pesawat-pesawat itu. Di tengah lautan, kapal perang Helm (DD388) tidak melakukan apapun ketika mendengar soal kapal selam asing itu. Bahkan seluruh moncong senjatanya masih ditutupi pelindung.

Bersamaan dengan tinggal landasnya pesawat terakhir dari kapal induk Jepang, pesawat-pesawat tempur enterprise justru berpatroli rutin di sekitar Wake. Seharusnya, hari itu sang kapal induk sudah kembali ke Pearl Harbour, tapi tertunda karena cuaca buruk.

Pada pukul 07.55 Laksamana Muda William R. Furlong, Perwira Piket Rutin melihat sebuah pesawat bermesin tunggal keluar dari awan, muncul dari perbukitan di utara Pearl Harbour. Pesawat ini memuntahkan bom yang jatuh di pantai dekat armada kapal. Ledakan dahsyat menggelegar. Namun justru Furlong menganggapnya sebagai pesawat yang sedang melakukan latihan. Ketika pesawat itu berputar lagi dan terbang rendah di atas kepalanya, barulah terlihat jelas olehnya gambar bulatan merah di badan pesawat, lambang pesawat tempur Jepang.

Bersamaan dengan suara histeris di segala penjuru, Furlong langsung berteriak memberitahu kepada semua orang bahwa serangan udara musuh telah dimulai dengan berlari berlari menuju markas dan memerintahkan agar bendera “Roger” dinaikkan, yaitu tanda untuk memberikan tembakan balasan. Namun tembakan sporadis telah terdengar di seluruh penjuru Pearl Harbour sebelum bendera itu berkibar. Furlong juga sempat melihat pesawat B5N1 melepaskan torpedo yang membuat kapal USS West Virginia dan USS Oklahoma Mengalami kebocoran karena lubang besar di badannya.

Kapal USS Arizona hancur dan tenggelam bersama ribuan awaknya. Sebuah B5N1 datang dari arah yang lain, melepaskan torpedo ke arah dek nomor 1010, tempat USS Pennsylavania biasa bersauh. Namun, justru USS Oglala yang ada di situ. Rudal gagal menghantam USS Oglala yang kebetulan ada di dek, tapi berhasil menghantam lambung kapal tambang USS Helena. Akibatnya Helena meledak keras dan mulai tenggelam. Semua krunya kocar-kacir menuju daratan. Sementara pertempuaran untuk melindungi USS Oglala masih berlangsung, grup B5N1 yang lain mengarah ke timur laut Pearl Harbour. Di sana bersauh kapal Tangier (AV-8), Utah (AG-16), Raleigh (CL-7) dan Detroit (CL-8). Satu torpedo berhasil menghantam USS Raleigh, lainnya menghancurkan USS Utah.

Sebenarnya pada waktu itu ada delapan kapal tempur AL AS, sejenis kapal penjelajah raksasa yang sedang berada disana. Kapal-kapal besar inilah yang menjadi sasaran utama penerbang Jepang. Mereka menghujaninya dengan bom dan torpedo karena mengira sasaran tersebut adalah kapal-kapal induk.

Ratusan pesawat terbang AS di pangkalan udara di dekatnya juga diserang pesawat-pesawat Jepang. Akibatnya banyak pesawat terbang AS yang hancur di landasan sebelum sempat tinggal landas untuk memberikan perlawanan. Bahkan dalam serangan gelombang pertama tentara jepang itu kapal-kapal tempur USS Arizona, USS California, dan USS West Virginia tenggelam. Sementara kapal tempur USS Oklahoma terbalik.

Sekitar 45 menit kemudian tentara Jepang melakukan serangan gelombang kedua. Hasilnya, kapal-kapal tempur USS Maryland, USS Nevada, USS Tenessee, dan USS Pennsylvania yang sedang berada di galangan pun hancur. Sepuluh kapal lain tenggelam atau rusak berat.

Armada Jepang mengakhiri serangan Pearl Harbour pada pukul 09.45. Pesawat-pesawat Jepang masih sempat menyerang stasiun udara AL AS di Teluk Kaneohe, barak AD AS di Schofield dan pangkalan udara Wheeler dan Hickam. Laksamana Nagumo benar-benar membuat Pearl Harbour bertekuk lutut. Armada yang dipimpinnya kemudian kembali ke Jepang dengan membawa kejayaan. Dalam waktu tak lebih dari dua jam, Jepang sudah menguasai Pasifik.

Dalam serangan terhadap Pearl Harbour ini, sekitar 20 kapal tempur AS rusak dan tenggelam,188 pesawat terbang rusak, dan 2.403 orang tewas. Data lain menyebutkan bahwa 7 kapal perang hancur, 2.897 warga AS di Oahu tewas, 897 orang luka-luka dan 26 orang hilang. Sementara Jepang kehilangan 55 pesawat tempur dari 441 pesawat tempur yang digunakan dalam penyerangan. Hampir semua pesawat terbang AS musnah di atas tanah, hanya beberapa pejuang yang berhasil lolos dan bertempur. Kapal USS Arizona diledakkan dan tenggelam sehingga menewaskan 1.100 orang yang hampir separuhnya adalah orang AS. Pihak AS masih beruntung karena ada tiga kapal induk yang seharusnya berpangkalan di Pearl Harbour pada waktu itu sedang berada di laut lepas sehingga luput dari serangan. Inilah yang mencegah kelumpuhan total Armada Pasifik AS.

Selanjutnya dengan keberhasilan ini semakin mempermudah bagi Jepang dalam menaklukkan Asia Tenggara, Indonesia dan Pasifik Selatan.
Baca Selengkapnya...

Sapinya Gemuk atau sedang Hamil ya???

Tradisi "Meugang" yang dilaksanakan dalam menyambut bulan puasa dan juga hari raya raya Idul Fitri umumnya diramaikan dengan jual beli daging sapi. Sapi-sapi yang ada di Lanud MUS juga ikut meramaikan bursa. Hasil penjualan yang diperoleh digunakan untuk beli sapi yang baru untuk diternakkan lagi sehingga di tahun depan keuntungannya juga digunakan untuk beli sapi ternak lagi. Demikian terus menerus dilakukan sehingga didapat keuntungan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Di antara sapi-sapi ini ada seekor sapi betina yang didapat 10 bulan yang lalu berikut anaknya. Sejak kita pelihara anaknya sudah tidak menyusu lagi. Dan juga tidak pernah terlihat "minta kawin". Keadaannya pada saat pertama kali masuk peternakan sangat kurus dan tidak terawat. Sekarang sudah sangat gemuk dan bersih. Pada saat mau dijual seminggu yang lalu timbul keraguan apakah memang gemuk atau sedang dalam keadaan hamil... So... penjualannya kita tunda dulu.
Baca Selengkapnya...

RENOVASI MOBIL KIJANG DINAS (Part I)






Adapun mobil dinas yang saya pakai selama menjabat sebagai Kepala Dinas Logistik Lanud Maimun Saleh adalah sebuah Mobil Toyota Kijang Komando. Sejak tahun 2006 kendaraan inilah yang saya gunakan untuk melaksanakan kepentingan dinas maupun pribadi/keluarga. Dan keadaannya pun cukup baik. Mesinnya masih baik dan hanya perlu di 'tune up agar lebih meningkat performanya. Hanya saja bagian 'body sudah banyak yang keropos oleh karat dan juga ada beberapa yang terlihat penyok. Sebelumnya memang pernah juga mobil ini digunakan untuk mendukung kegiatan air crew selama berlangsungnya "Darurat Militer" dan juga "Operasi Tugas Udara". Akibat pemakaian yang tinggi namun jarang perawatan membuat mobil ini terlihat "capek".

Dengan adanya work shop di Lanud Maimun Saleh perawatan terhadap kendaraan ini pun dapat dilaksanakan. Dan terlihat pada gambar telah dilaksanakan renovasi yang diawali dengan pelepasan body kit, pengelasan pada bagian yang telah berlobang, perbaikan body yang penyok, dan sekarang sudah sampai pada pemberian cat dasar serta pengecatan tahap I.

Kendala yang dihadapi selama pelaksanaan renovasi ini adalah tidak tersedianya bahan-bahan yang mendukung kegiatan di pulau Sabang. Sehingga harus mencarinya ke Banda Aceh yang harus ditempuh dengan kapal ferry.
Baca Selengkapnya...

Raymond Belajar Renang (part 1)


Setelah mengalami insiden "banana boat" terbalik dan tercebur ke laut yang dalam Raymond mengalami trauma. Akibatnya pada minggu berikutnya saya dan keluarga kembali rekreasi di pantai dan terlihat dia menolak untuk berenang di laut. Meskipun airnya dangkal dan saya pilih tempat yang bersih dari karang dan juga terlindung dari ombak tetap saja Ray tidak bersedia turun. Untuk itu saya berusaha untuk menghilangkan rasa takut yang ada terlebih dahulu dengan menimbulkan keinginannya berendam di air yang dangkal.

Setelah beberapa lama negosiasi, akhirnya Raymond bersedia dengan ditemani langsung oleh saya. Hal ini saya penuhi dengan harapan kegembiraan dan keberaniannya dapat muncul. Akhirnya, setelah beberapa lama kemudian dengan beberapa lama tanya jawab dan obrolan ringan Raymond sudah mau berendam.

Menurut saya inilah tahap awal dari proses kemajuannya untuk dapat menguasai diri di dalam air dan untuk bisa berenang. Meskipun agak lambat, akan saya latihkan terus...
Baca Selengkapnya...

Kena Bulu Babi dan 'Banana Boat' Terbalik




Minggu tanggal 19 Juli 2009 merupakan hari yang sulit saya lupakan. Pada hari ini saya dan keluarga rekreasi bersama dengan seluruh anggota dan juga Komandan Lanud Maimun Saleh. Adapun lokasinya adalah di pantai Iboh Pulau Weh Sabang. Tempat ini memang salah satu tujuan utama wisatawan yang berkunjung di Sabang. Pantainya bersih dan indah serta banyak terdapat penginapan berupa 'cottage'. Selain itu karang dan ikan-ikan yang ada juga menciptakan taman laut yang indah. Bila berkunjung di sini jangan lewatkan untuk melakukan 'snorkling'. Bisa-bisa kita lupa waktu.

Namun perlu kita perlu waspada terhadap makhluk air beracun berupa 'bulu babi' yang dapat mengancam kita sewaktu-waktu. Bila tidak hati-hati, makhluk ini dapat terinjak dan durinya yang tajam dapat masuk ke dalam tubuh sehingga patah atau hancur di dalam. Rasa nyeri yang diakibatkan dapat mengganggu aktifitas kita sehingga dapat memberikan sakit yang sangat bagi yang mengalaminya bila tidak segera ditangani.

Pada kesempatan rekreasi kali ini, begitu saya pertama kali masuk ke air dan berenang hingga ke tengah tidak sadar saya telah menginjak makhluk air beracun ini. Lalu dengan segera saya naik ke darat dan atas saran penduduk lokal bagian yang terkena di tetesi dengan getah tanaman pagar atau juga bunga 'nenek-nenek' (istilah lokal). Karena cepat ditangani, rasa sakitnya pun tidak sempat saya rasakan dan saya pun dapat melanjutkan rekreasi.

Pihak pengelola pantai Iboih juga menyediakan fasilitas rekreasi berupa 'banana boat'. Saya dan Raymond anak saya yang masih berumur 3,5 tahun mencoba menaikinya. Awalnya juga karena Ray tertarik dan saya memenuhinya. Petualangan naik boat karet ini sangat menyenangkan dan juga buat Ray hal ini merupakan tantangan baru. Setelah berputar-putar di sekitar pantai, sang operator boat mendadak membuat manuver yang sangat mengagetkan kami dan menyebabkan 'banana boatnya' terbalik. Kami semua yang ada di atas terbalik dan jatuh ke laut. Terus terang saya awalnya sangat panik, mengingat Raymond belum bisa renang dan juga memakai pelampung untuk orang dewasa. Begitu terguling saya pastikan saya sudah stabil lalu mencari Raymond dan memastikan dia masih berpegangan pada pelampungnya. "Thank God..." Raymond masih pegangan dan saya check ulang pelampungnya masih terpasang erat di badannya. Kemudian setelah Ray melihat saya dia mulai nangis kecil sambil memanggil-manggil... Lalu saya memeriksa kembali bagian bawah pelampung memastikan letak tubuhnya masih sesuai dengan 'life vest'. Semua kondisi baik. Hanya saja tidak bisa melihat bebas karena pelampungnya lebih tinggi dari kepala. Saya bilang kepada Ray supaya berpegangan ke pelampung bagian atas. Kemudian saya menariknya mendekat ke boat penarik untuk diangkat dan segera dibawa ke darat. Saya sangat kesal dan marah saat itu. Saya pikir operator boat tersebut tidak perlu melakukan tindakan tadi karena dari antara 5 orang yang ikut di dalam banana boat, hanya 2 orang dewasa dan selain itu anak-anak semua. Mengingat jarak 20 meter dari pasir pantai sudah merupakan laut yang sangat dalam. Dan konon di bawah terdapat beberapa palung. Sehingga terdapat juga arus di perairan tersebut.
Baca Selengkapnya...

MAGNET PENGIKAT KOTORAN DI TANGKI





Tong kosong nyaring bunyinya, tangki kotor sering mogoknya! Tangki bahan bakar memang bagian vital. Meski tugasnya sebagai penampung bahan bakar tergolong sederhana, tetapi bila tersumbat atau kotor, kinerja mesin pun akan terganggu. Makanya sangat wajib memperhatikan kondisi dan kebersihannya.

Umur kendaraan yang bertambah dan proses oksidasi menimbulkan karat pada bagian dalam tangki. Karat inilah yang kemudian menyumbat saluran bahan bakar, lantas membuat mesin terbatuk-batuk dan berlanjut mogok.

Banyak cara untuk mencegah saluran bahan bakar kotor, salah satunya adalah dengan menambahkan filter bensin ekstra. Namun, jika tangki sudah penuh dengan endapan karat, maka umur filter bensin pun terpangkas dan akan cepat kotor.

Ada trik lain untuk mencegah masalah ini, yakni dengan memasang magnet di dalam tangki. “Magnet ini berfungsi untuk mengikat kotoran yang ditimbulkan karat. Kotoran yang berasal dari logam akan terikat pada badan magnet. Dengan demikian, magnet ini bisa dikatakan berfungsi sebagai filter.”

Tidak ada yang istimewa dalam pemilihan jenis magnet. Tidak perlu baru, magnet dari speaker bekas pun bisa dipakai. Yang penting, asal bisa dimasukkan ke dalam tangki BBM itu sudah cukup.

1. Siapkan magnet. Bisa juga menggunakan magnet bekas speaker audio.
2. Kosongkan bahan bakar yang ada di dalam tangki.
3. Lepas dan turunkan tangki dari tempatnya.
4. Buka lubang pelampung. Hal ini merupakan cara termudah untuk meletakkan bongkahan magnet pada tangki. Untuk hasil lebih baik sebaiknya disertai dengan pengurasan tangki bahan bakar tersebut.
5. Masukkan magnet tersebut ke dalam tangki bahan bakar. Tempatkan magnet tersebut sejauh mungkin dari pelampung bensin. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kacaunya meteran bensin yang disebabkan pelampung bensin tertarik oleh magnet.




Memasukkan magnet lewat lobang pelampung merupakan cara pemasangan paling sederhana. Berhubung ukuran mulut lubang pelampung dan ukuran magnet yang akan dipakai setiap kendaraan berbeda-beda maka supaya bisa masuk ke dalam tangki, ukuran magnet wajib disesuaikan dengan ukuran lobang pelampung.
Cara lain dapat ditempuh dengan membelah tangki terlebih dahulu. Cara kedua ini tergolong memiliki kelebihan. Magnet dapat ditempatkan/dipasang bisa dipasang sepresisi mungkin dengan keinginan kita. Namun sayangnya cara membelah tangki otomatis akan diikuti dengan pengelasan yang berpotensi besar mengundang karat.


(Majalah Jip edisi 75 Juli 2008)
Baca Selengkapnya...

INVESTASI PRAJURIT TNI AU MELALUI TERNAK SAPI





Ternak sapi di wilayah Aceh sangat menjanjikan bila dilaksanakan dengan pengelolaan yang tepat. Harga daging sapi yang sangat mahal dibanding daerah lain di Indonesia membuat penduduk NAD banyak yang memilih beternak sapi dibandingkan ternak hewan lainnya.
Tidak ada salahnya dengan memanfaatkan lahan hijau yang luas dan pengawasan yang tepat akan membuat peternakan semakin baik dan maju. Kegiatan yang telah berlangsung sejak 1 tahun yang lalu ini mulai menunjukkan perkembangan dengan semakin bertambahnya minat personel Lanud Maimun Saleh yang ingin beternak sapi dan juga semakin bertambahnya jumlah sapi yang ada. Kegiatan operasional yang masih terbatas dan tersedianya lahan berupa padang rumput yang luas membuat kegiatan beternak sapi ini menjadi diminati oleh anggota yang bertugas di Lanud Maimun Saleh Sabang.
Mengingat kegiatan ini menggunakan lahan Lanud sebagai tempat pembiakan sapi-sapi ini maka akan segera direalisasikan pembuatan kandang sapi yang tertib dan bersih agar tidak membahayakan kegiatan operasional maupun penerbangan.
Baca Selengkapnya...

PRAJURIT BERTANI






Kalau dihitung-hitung sekarang lebih banyak orang memahami bagaimana memasak nasi daripada bagaimana cara menanam padi di sawah. Dan lebih celakanya lagi makin banyak orang sudah tidak peduli lagi dengan kedua hal tersebut di atas. Taunya hanya makan nasi yang sudah siap saji.
Pemerintah sudah berupaya meningkatkan produksi pertanian Nasional. Namun kendala pasti sangat besar karena warga negara kita lebih memilih cari duit dengan cepat daripada brtani yang notabenenya lama menghasilkan dan mengeluarkan banyak tenaga.
Namun kita selaku prajurit dalam masa damai ini juga tidak ada salahnya bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sendiri. Sehingga anak-anak kita juga kelak dapat kita beri ilmu tentang bagaimana caranya bertani. Dengan memanfaatkan aset lahan yang 'idle' dan memiliki potensi akan dapat menghasilkan apabila direncanakan dengan baik. Dalam kegiatan pertanian yang sudah kami lakukan telah menghasilkan beberapa jenis tanaman sayur-mayur dan kedelai. Tampak juga di gambar Danlanud Maimun Saleh Letkol Pnb Djoko Tjahjono turun langsung menggerakkan dan mendukung kegiatan pertanian ini.
Baca Selengkapnya...

MEMBUAT 'WORKSHOP' DI LANUD MAIMUN SALEH




Kalau tentara sedang tidak sedang berperang ngapain ya...??? Banyak jawaban yang dapat diperoleh dari pertanyaan ini. Mulai dari yang paling minus sampai yang terbaik bisa dilakukan. Seperti yang kita ketahui bahwa personel TNI merupakan warga negara yang terpilih dari berbagai macam seleksi. Dan tentunya mempunyai kemampuan dan potensi yang senantiasa dapat dikembangkan. Adalah sangat disesalkan apabila dalam satuan militer mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar perwiranya tidak dapat menggali potensi yang dimiliki pasukannya atau anggotanya. Inilah yang yang melandasi ide awal saya mewujudkan sebuah "work shop" di Lanud Maimun Saleh pada saat saya menjabat sebagai Kepala Dinas Logistik.
Dimulai dari mendata alat peralatan yang dimiliki satuan, membuat kebutuhan belanja alat, membuat konsep personel yang bertanggung jawab dalam pengelolaan hingga upaya meningkatkan kemampuan personel dalam menggunakan alat mutlak dilakukan agar diperoleh bengkel kerja yang sesuai dengan harapan. Dengan adanya 'work shop' ini diupayakan agar kegiatan dinas dapat terdukung dan disamping itu mewadahi keinginan para anggota yang berminat dalam bidang teknik atau yang memiliki keperluan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kegiatan yang telah dilakukan setelah 1 bulan dibukanya workshop ini ternyata meningkatkan aktivitas dan kreativitas personel Lanud Maimun Saleh mulai dari kegiatan pembuatan rak, perbaikan sepeda motor dan mobil berikut modifikasinya, pengecatan dan lain-lain.
Semoga dapat berkembang terus...
Baca Selengkapnya...

BINTANG YANG BERSINAR




Aku pernah bermimpi
Menjadi bintang yang paling bersinar
Ku tak menyangka ini terjadi

*
Kegagalan yang pernah ku alami
Menjadikanku semakin kuat
Aku bersyukur jadi s’perti ini

Reff:
Kebahagiaan ini janganlah cepat berlalu
Karna tak mudah untuk menggapainya
Ku berjanji akan menjaga semua

Terima kasih Tuhan
Atas s’gala anugrah yang Kau beri kepadaku
Semoga ‘kan tetap abadi

Aku pernah berharap
Menjadi sesuatu yang berharga
Untuk semua orang
Yang menyanyangiku

Back to *
Reff:

Terima kasih Tuhan
Atas segala anugrah yang Kau beri kepadaku
Semoga ‘kan tetap abadi ho..oo…
Semoga ‘kan tetap abadi..
Baca Selengkapnya...

SEKKAU A-85 SELESAI,124 PERWIRA PERTAMA LULUS


�Keberhasilan lembaga Sekolah Komando Kesatuan (Sekkau) dalam Pelaksanaan tugas pendidikan, tentu tidak lepas dari kerja keras, disiplin dan ketekunan segenap pelaksana pendidikan termasuk para perwira siswa dalam mengikuti pendidikan ini�, demikian sambutan Dankodikau Marsekal Muda TNI Sukirno KS, S.E.,M.M., pada Penutupan Sekkau A-85 di Kampus Sekkau, Jum�at (19/6).

Pendidikan Sekkau merupakan pendidikan pengembangan umum tahap awal, dengan tujuan memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan di bidang Komando dan staf, pada tingkat pelaksana taktis. Melalui Sekkau ini pula, para perwira di didik agar memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan perannya dalam operasi perang, yang dituangkan melalui Olah Yudha, serta wawasan kedepan, sebagai bekal untuk mengikuti pendidikan tahap lanjutan yang memerlukan tingkat pemahaman dan kemampuan pola pikir yang lebih dari apa yang telah diperoleh saat ini.

Sekkau Kali ini menghasilkan kelulusan sebanyak 124 perwira pertama meliputi 2 dari TNI AD, dua AL, dan 120 dari AU termasuk di dalamnya tujuh Wanita Angkatan Udara.

�Bekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan dasar komando dan staf yang diperoleh saat ini, agar diasah dan dikembangkan secara terus menerus, dengan cara lebih sering membaca buku, artikel yang berwawasan pengetahuan kedepan serta meningkatkan kepemimpinan �menejerial� dalam melaksanakan tugas pokok TNI, dan untuk menghadapi pendidikan jenjang tahap lanjutan pada saatnya nanti�, lanjut Dankodik. Ucapan Selamat juga diberikan kepada Kapten Pnb. Anggit Budi Wibowo,S.AP dari Lanud Suryadharma sebagai siswa lulusan terbaik Sekkau A-85.
Baca Selengkapnya...

VIRA CAKTI YUDHA 85 : "HANCURKAN REPUBLIK PASIFIKA"



Komandan Sekkau Kolonel Pnb Sugiharjo membuka Gladi Sekolah Olah Yudha �Vira Cakti 85� yang diikuti oleh 124 perwira siswa (pasis) Sekkau Angkatan 85 di Lapangan Apel Kampus Sekkau, Selasa (26/5), Halim Perdanakusuma Jakarta Timur. Olah Yudha atau OYU merupakan puncak kegiatan belajar-mengajar bagi siswa di lembaga pendidikan Sekkau yang berlangsung selama enam bulan.

Disebut puncak karena, pertama, latihan ini merupakan bagian akhir dari seluruh rangkaian kurikulum pendidikan Sekkau dimana para pasis diharapkan mampu menerapkan prosedur teknis staf, pembuatan naskah-naskah dinas, serta menguasai mekanisme operasi udara.

Kedua, latihan ini merupakan momentum penilaian bagi lembaga (Sekkau) atas sejauh mana para siswa telah menguasai materi pelajaran yang diberikan selama mengikuti pendidikan di lembaga ini.

Dalam gladi ini para siswa dihadapkan pada persoalan dalam bentuk perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan serta pengendalian suatu operasi udara. Di samping itu, para pasis juga dituntut untuk dapat melaksanakan pemecahan persoalan melalui suatu dinamika kelompok dalam suatu satuan setingkat Satuan Pelaksana Operasi Udara (Satlakopsud) dalam waktu yang sangat terbatas.

OYU �Vira Cakti 85� digelar berdasarkan scenario �klasik� yang hampir selalu digunakan dalam latihan-latihan TNI semua angkatan maupun gabungan. Yakni mengasumsikan keutuhan wilayah NKRI terancam oleh intervensi dan aneksasi musuh yang datang dari luar. �Musuh yang dipraanggapkan� (itu sebabnya disebut dengan nama sandi �musang�) itu bernama Republik Pasifika � sebuah Negara yang berada di kawasan utara kepulauan Natuna.

Menurut skenario, wilayah Natuna diduduki oleh tentara Pasifika dengan dukungan gerakan separatis Natuna (GNM = Gerakan Natuna Merdeka). Nah, misi yang diemban para pasis adalah melaksanakan perintah untuk merebut kembali Natuna ke pangkuan Ibu Pertiwi dengan menghancurkan center of gravity (CoG) Republik Pasifika, sekaligus mengusir mereka dari kepulauan Natuna dalam 30 hari!

Para pasis yang dibagi dalam 12 kelompok dan tiap kelompok merupakan Sub Komando Tugas Udara, mendapat tugas untuk melaksanakan operasi udara dengan tahapan-tahapan sebagaimana diajarkan di lembaga pendidikan Sekkau.***
Baca Selengkapnya...

PEMBUKAAN SEKKAU A-85





Komandan Komando Pendidikan Angkatan Udara (Dankodikau) Marsda TNI Sukirno KS, SE, MM, Selasa 6 Januari 2009, membuka pendidikan Sekkau Angkatan ke-85 di Ksatrian Sekkau, Halim Perdanakusuma. Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda siswa oleh Dankodikau kepada salah satu perwakilan perwira siswa (Pasis) ke-85.

Pendidikan Sekkau Angkatan ke-85 diikuti oleh 125 perwira siswa, yang terdiri dari 121 Perwira TNI AU termasuk 7 orang Wara, 2 Pasis tamu dari TNI AD dan 2 dari TNI AL. Sesuai dengan kurikulum pendidikan Sekkau akan berjalan selama kurang lebih 5 1/2 bulan.

Dalam sambutannya Dankodikau Marsda TNI Sukirno KS, SE, MM, �mengharapkan agar perwira siswa dapat memanfaatkan kesempatan untuk belajar, berlatih dengan mendayagunakan segenap potensi dalam rangka mengisi dan mengsasah kemampuan diri, dengan pengetahuan serta ketrampilan demi keberhasilan pelaksanaan tugas di masa mendatang�. *** Pentak Sekkau
Baca Selengkapnya...

Berita Terkini